Selasa, 09 Desember 2008

Plumeria

KLASIFIKASI

Kingdom:

Plantae

Division:

Magnoliophyta

Class:

Magnoliopsida

Order:

Gentianales

Family:

Apocynaceae

Genus:

Plumeria




Plumeria (nama lokal : Frangipani) adalah genus kecil dari 7-8 spesies asli Amerika Selatan

Bunga ini kebanyakan berwarna putih bercampur kuning pada 5 mahkota bunganya. Ada juga Plumeria yang memiliki perpaduan warna merah muda dan kuning yang menambah keindahan bunga tersebut.Bunga ini tumbuh di daerah tropis dan dapat mekar dengan bantuan sinar matahari yang berlimpah.

Plumeria berhubungan dengan Nerium oleander, keduanya mempunyai getah yang seperti susu dan beracun, hampir sama dengan euphorbia. Setiap spesies dari plumeria menghasilkan bentuk daun, penampilan dan habitat yang berbeda. Misalnya, daun dari Plumeria alba sedikit menyempit dan terlipat sedangkan daun Plumeria pudica mempunyai daun yang panjang berbentuk oak berwarna hijau gelap. Plumeria pudica adalah salah satu dari tipe berbunga dengan tidak rontok, selalu berdaun hijau. Spesies lain yang merontokkan bunganya di musim dingin adalah Plumeria obtusa (walaupun nama lokalnya adalah “Singapore”, tanaman ini berasal dari Colombia).

Bunga Plumeria mengeluarkan bau harum pada malam hari dengan tujuan untuk memancing serangga dari keluarga Sphingidae agar bisa melakukan penyerbukan. Daunnya tidak mempunyai nektar, dan secara sederhana menipu serangga agar bisa melakukan penyerbukan. Ngengat melakukan penyerbukan dengan cara memindahkan benang sari dari bunga ke bunga dalam pencarian mereka akan nektar yang percuma.

Spesies Plumeria gampang diperbanyak dengan cara memotong ujung batang yang mempunyai daun sedikit di musim panas dan mengeringkannya sebelum ditanam di tanah. Mereka juga bisa diperbanyak dengan cara kultur jaringan baik dengan memotong batang panjang yang masih segar dan dengan mensterilkan pertumbuhan benih.

ETIMOLOGI DAN NAMA LOKAL

Charles Plumier

Genus ini aslinya bernama Plumiera, dinamakan seperti itu untuk menghormati botanist dari perancis yang bernama Cherles Plumier, beliau berkelana keliling duna untuk mendokumentasikan spesies tumbuhan dan binatang. Setelah itu, Linaeus, memberi nama genus ini Plumeria. Nama lokal “Frangipani”berasal dari keluarga bangsawan Itali, abad 16 marquess yang menemukan Plumeria sebagai parfum.

Di meksiko, nama untuk tanaman ini dalam Nahuatl (bahasa Aztec) adalah "cacalloxochitl" yang berarti “bunga gagak.” Tanaman ini diggunakan untuk berbagai tujuan medis seperti salep.

Berdasarkan tempatnya, banyak nama lokal untuk tanaman ini seperti: “kembang kamboja” di Indonesia, “temple tree” atau “Champa” di India, “Kalachuchi” di Filipina, “Araliya” di Sri Lanka, “Champa” di Laos, “Lantom” atau “Lilarwadee” di Thailand, dan “Dead man's fingers”. Banyak pembicara Inggris yang menggunakan nama “Plumeria”

KEGUNAAN

Wangi Plumeria ini lebih tercium dan harum sewaktu malam hari. Konon, tanaman bunga ini sebagai tempat persinggahan dan perlindungan makhluk halus. Tidak heran bila bunga ini juga banyak tumbuh di daerah pemakaman. Namun saat ini bunga Plumeria telah menjadi tanaman hias di halaman setiap rumah karena bunga ini semakin banyak variasinya.

Bunga Plumeria sering menghiasi kuil-kuil agama Hindu dan Budha, dan digunakan sebagai sesaji untuk berdoa. Di Hawaii, bunga ini juga banyak tumbuh dan dijadikan rangkaian bunga berbentuk lingkaran yang dikenakan di kepala. Wanita di Hawaii mengenakan bunga ini di telinga kanannya sebagai tanda bahwa ia masih sendiri dan sedang mencari pasangan hidupnya. Sedangkan apabila seorang wanita mengenakannya pada telinga kiri, itu berarti bahwa dia sudah mempunyai pasangan. Kita juga dapat melihat penari Bali yang menghiasi telinganya dengan bunga Plumeria berwarna putih.

GALERI
1. Plumeria alba
2. Plumeria obtusa
3. Plumeria pudica
4. Plumeria rubra
5. Plumeria stenopetala
6. Plumeria stenophylla